Teknologi TV 3 Dimensi

Munculnya Efek  pada film matrix,Trend Film-Film 3D seperti Avatar,yang muncul  belakangan ini,menimbulkan pengembangan pada Media Televisi,baru-baru ini dipasaran muncul televisi Revolusi 3D,oleh Sony, Samsung, Toshiba, Panasonic, LG, dan Vizio. TV 3D memberi pemirsa pengalaman menyaksikan siaran televisi, film, games, dan konten-konten video lain dengan efek stereoskopik yang menciptakan kesan tiga dimensi. Pada dua dimensi (2D), aspek yang terlihat hanyalah lebar (width) dan tinggi (height). Pada teknologi 3D terdapat dimensi ketiga yang ditambahkan yakni kedalaman (depth), sehingga pemirsa melihat obyek yang ditampilkan di layar seolah seperti melihat obyek yang benar-benar ada di dunia nyata.

Teknologi 3D pada dasarnya meniru prinsip kerja kedua mata kita. Ketika kita menatap suatu obyek, misalnya sebatang pohon di depan kita, mata kanan dan mata kiri sebetulnya melihat pohon tersebut dengan sedikit berbeda. Perbedaan kecil itu disebabkan oleh jarak antar mata (sekitar 5 cm) yang membuat sudut penglihatan keduanya menjadi tidak sama. Oleh otak kita, kedua citra hasil penglihatan mata kanan dan mata kiri dikombinasikan sehingga akan menghasilkan satu citra tunggal dalam bentuk tiga dimensi.
Menggunakan prinsip kerja yang sama, TV 3D atau film layar lebar yang menampilkan efek tiga dimensi sebetulnya menampilkan dua image berbeda untuk adegan yang sama secara simultan: satu ditujukan buat mata kiri pemirsa, satu buat mata kanannya (pengambilan gambar dilakukan dengan kamera khusus yang memiliki dua lensa sejajar – menyerupai mata manusia). Kedua image tersebut ditimpakan ke layar yang sama. Untuk mengurai kedua image buat menciptakan efek 3D, pemirsa harus menggunakan kacamata khusus yang populer dengan istilah kacamata tiga dimensi. Tanpa menggunakan kacamata 3D tersebut, yang akan kita lihat hanyalah tampilan gambar yang berbayang – hasil dari dua gambar yang saling bertumpuk. Proses visual untuk menciptakan tayangan dengan efek 3D itu disebut stereopsis.
Perkembangan teknik melahirkan sejumlah metode yang berbeda untuk menghasilkan tayangan 3D. Beberapa diantaranya adalah:
1. Anaglyphic 3D (menggunakan passive red-cyan lenses)
2. Polarization 3D (menggunakan passive polarized lenses)
3. Alternate-frame sequencing (menggunakan active shutter lenses – digunakan oleh teknologi HD TV 3D saat ini), dan
4. Autostereoscopic displays (tidak membutuhkan lensa khusus). Autostereoscopic secara komersial dikenal sebagai teknologi Auto 3D yang tidak memerlukan kacamata khusus untuk melihat efek 3D yang ditampilkan.

TV 3D yang Beredar dipasaran

Samsung UNC7000 series

Sony LX900

LG LE9500

Toshiba’s ZX900 Series

Panasonic TC-P50V20

About these ads

One response

  1. ulasan sangat menarik terlebih kepada saya sebagai penikmat film, namun sepertinya ada yang kurang nih soalnya khusus film 3-D di bioskop itu ada dua macem yang pertama memang menggunakan kamera 3-D (ex Avatar dan Resident Evil : After life) dan 3-D convert-an (ex Alice In Wonderland dan Clash Of The Titans)..

    July 5, 2010 at 3:58 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.